Hari Air Sedunia 2017




Hari Air Sedunia (Inggris: World Day for Water) adalah perayaan yang ditujukan sebagai usaha-usaha menarik perhatian publik akan pentingnya air bersih dan usaha penyadaran untuk pengelolaan sumber-sumber air bersih yang berkelanjutan.

Hari Air Sedunia diperingati setiap tanggal 22 Maret, inisiatif peringatan ini di umumkan pada Sidang Umum PBB ke-47 tanggal 22 Desember 1992 di Rio de Janeiro, Brasil.

Setiap tahunnya pada Hari Air Sedunia terdapat tema khusus, contohnya pada 2009 "Air Bersama, Peluang Bersama" (Shared water, shared opportunities).

Untuk Tahun 2016 tema yang diambil adalah Water and Jobs, yang memberikan penjelasan tentang hubungannya air dan pekerjaan yang dimiliki. Hal penting lain yang akan disampaikan adalah bahwa dengan kuantitas dan kualitas air yang lebih baik berhubungan dengan pekerjaan yang lebih baik pula.

Berikut ini tema peringatan hari air sedunia sejak 1994 lalu.

1994: Caring for Our Water Resources is Everyone’s Business (Peduli terhadap Sumber daya Air adalah Tanggng Jawab Setiap Orang)

1995: Water and Woman (Air dan Perempuan)

1996: Water for Thirsty City (Air bagi Kota-kota yang Kehausan)

1997: The World’s Water: is There Enough ? (Air Dunia: Apakah Cukup?)

1998: Groundwater – the Invisible Resource (Air Tanah-Sumber Daya yang Tidak Terlihat)

1999: Everyone Lives Downstream (Setiap Orang Tinggal di Kawasan Hilir)

2000: Water for 21st Century (Air untuk Abad 21)

2001: Water for Health (Air untuk Kesehatan)

2002: Water for Development (Air untuk Pembangunan)

2003: Water for Future (Air untuk Masa Depan)

2004: Water and Disasters (Air dan Bencana)

2005: Water for Life (Air untuk Kehidupan)

2006: Water and Culture (Air dan Kebudayaan)

2007: Copying with Water Scarcity (Menanggulangi Kelangkaan Air)

2008: Sanitation (Berkaitan dengan tahun sanitasi internasional)

2009: Trans Boundary Water (Air Lintas Batas)

2010: Clean Water for a Healty World (Air Bersih Untuk Dunia yang Sehat)

2011: Water for Cities (Air untuk Perkotaan)

2012: Water and Food Security (Air dan Ketahanan Pangan)

2013: Water Cooperation (Tahun Kerja sama Air Internasional)

2014: Water and Energy (Air dan Energi)

2015: Water and Sustainable Development (Air dan Pembangunan Berkelanjutan)

Air adalah komponen utama adanya kehidupan di muka bumi ini, mari tingkatkan penghargaan terhadap air dengan tidak berlaku semena mena terhadap air dimana pun adanya. Tidak menjadikan sungai sebagai tempat pembuangan limbah sebagai contoh, atau berlaku boros dalam penggunaan air utamanya air bersih. (Wikipedia)

Hari Hutan Sedunia 2017



Hari Hutan Sedunia diperingati pertama kali pada tanggal 21 Maret 2013 berdasarkan resolusi PBB pada 28 November 2012. Peringatan ini akan dirayakan setiap tahunnya pada tanggal 21 Maret untuk saling berbagi mengenai visi misi kehutanan dan kaitannya dengan perubahan iklim di seluruh dunia serta strategi yang harus dilakukan.


Setiap tahunnya 13 juta hektare hutan (luas yang kurang lebih sama dengan luas negara Inggris) menghilang dari muka bumi. Bersamaan dengan hilangnya hutan, hilang pula ekosistem yang ada di dalamnya, termasuk spesies tumbuhan dan hewan langka. 80% keanekaragaman hayati berdiam di hutan. Deforestasi menyebabkan 12 hingga 18 persen emisi karbon dunia tidak terserap, dan nilai tersebut setara dengan emisi karbon dari transportasi di seluruh dunia. Hutan juga merupakan media sekuestrasi karbon yang utama. Selain ekosistem, populasi manusia terutama masyarakat adat di sekitar hutan sangat bergantung pada hasil hutan non-kayu untuk penghidupan mereka. (Wikipedia) 

🎼: Banda Neira - Biru
🎥: W-691 Nl

Ikan Dakocan, Salah Satu Penghuni Anemon Laut Selain Ikan Nemo

Famili : Pomacentridae

Genus : Dascyllus
Spesies : Dascyllus trimaculatus
Kelompok : Damselfishes
Nama dagang : Three spot dascyllus, three spot damselfish
Penyebaran : Meliputi areal yang luas dari Laut Merah sampai Afrika Timur dan Polynesia

 

          Ikan Dakocan, begitulah sebutan salah satu dari beragam ikan hias yang populer. Ikan ini berbadan pipih namun jika dilihat dari samping ikan ini tampak bulat. Warna badannya hitam dengan tiga buah bercak berwarna putih. Dakocan suka bermain di dekat anemon dan mencari makan diantara batu-batu karang. Di laut, makanan kesukaannya adalah udang-udang kecil dan larva kepiting. Dakocan juga suka membersihkan parasit di badan ikan lain yang berukuran lebih besar. Ikan ini memiliki nama ilmiah Dascyllus trimaculatus.


Divisi Selam WAPEALA UNDIP


Lokasi: U.S.A.T Liberty Wreck Tulamben, Bali
Fotografer: W-691 Nl


WAPEALA KEMBALI MERAIH PRESTASI DIAJANG KOMPETISI SRT SE-JATENG DAN DIY


Semarang – Mahasiswa Pecinta Alam (WAPEALA) merupakan wadah berorganisasi bagi mahasiswa Universitas Diponegoro dalam bidang kepetualangan dan riset. Pasca rangkaian kegiatan Diponegoro Moluccas Expedition (DME) yaitu Riset dalam bidang Speleologi di Balai Taman Nasional Manusela, Maluku Utara, Wapeala pun telah meningkatkan bakat dibidang kepetualangan dalam bidang Speleologi dalam hal kompetisi Single Rope Technique (SRT). SRT merupakan  salah satu media vertical dalam teknik pemanjatan dengan sebuah tali.
Senin, 19 Desember 2016 pukul 02.00 WIB WAPEALA kembali meraih prestasi di bidang SRT (Single Rope Tecnique) dengan peringkat Juara 2 Putri dalam SRT Competition Mapadoks Unisula (SCAPULA) Tingkat Provinsi Jawa Tengah dan DIY yang sebelumnya pada tanggal 28 Agustus 2016 meraih juara 2 dalam kompetisi Mapalast SRT  Competition IV se Nasional.
Kompetisi Mapadoks dilaksanakan pada tanggal 17 – 19 Desember 2016 dan dikelompokan dalam dua katagori yaitu katagori putra umum dan katagori putri umum.  Dalam katergori putra pada peringkat pertama diraih oleh Almuaidul Arwan delegasi dari Mawapala UIN Walisongo, Semarang. Peringkat kedua diraih oleh Herman Resky P delegasi dari Pangea Cruseir UPN Yogyakata dan peringkat ke tiga diraih oleh Bangkit Amirudin delegasi dari Makupella ATK Yogyakarta. Kategori putri pada peringkat pertama diraih oleh Tri Sekiningsih delegasi dari Carabiner Yogyakarta. Peringkat ke dua diraih oleh Nur Anisa delegasi dari Wapeala UNDIP Semarang dan Peringkat ke tiga diraih oleh Mayang Pramudita Yusuf delegasi dari Palapsi Psikologi UGM Yogyakarta. 
                WAPEALA UNDIP mendelegasikan 3 Atlit DME dalam kompetisi Mapadoks yaitu Heharero Tesar (Ilmu Pemerintahan, 2015), Aan Dedhi Irawan (Teknik Elektro 2015) dan Nur Anisa (Matematika, 2015). Dengan persiapan yang minim namun dari babak penyisihan ketiga kandidat tersebut mampu menyisihkan peserta lain dengan bertahan dalam kategori 16 Besar putra dan putri dari 22 peserta putra dan 17 peserta putri se-Jateng dan DIY. “Dalam Lomba SCAPULA  dari delegasi tidak ada persiapan, bahkan dari H-1 persiapan belum matang. Dilihat dari kondisi fisik dan daya tahan para delegasi sudah ada karena sebelumnya telah mengikuti kegiatan Ekspedisi DME yang persiapannya hingga 6 bulan efeknya saat mengikuti perlombaan SCAPULA maupun MSC IV dirasa mampu dan berpotensi namun tidak maksimal” Ujar Ketua Umum Alfian Prakoso Hadi.

                “Saya merasa saat perlombaan dilaksanakan masih banyak kurangnya terutama dalam persiapan dan pendidikan latihan karena terkendala dengan waktu dan tempat latihan. Dari segi waktu saya pra kompetisi tidak mengikuti pelatihan khusus karena terkendala dengan UAS. Dari segi tempat karena WAPEALA belum memiliki wall yang standar operasinal prosedur. Kondisi wall wapeala saat ini sudah tidak rekomendasi dalam segi safty prosedure bagi menunjang pelatihan bakat. Dan saat pelaksanaan tiba-tiba tubuh saya gemetar dan endurance saya kurang. Hal ini karena tubuh saya merasa kaget saat perlombaan karena tidak adanya persiapan. Namun saat menghadapi lawan saya harus tetap fokus dengan apa yang sedang saya lakukan” Ujar Anisa.
                Saat pelaksanaan kompetisi Aan Dedhi dan Heharero Tesar tersisihkan dalam kategori 8 besar namun Anisa tetap bertahan hingga babak final. Saat babak semi final anisa sempat tertiingal jauh dengan lawannya namun Anisa tetap bertahan dengan menghadapi rintangan-rintangan dalam kompetisi hingga pada titik-titik finish anisa mampu mengejar lawan yang sedang terkendala dengan ringtangan dan akhirnya Anisa dapat memenangkan sesi semi final dan melanjutkan di babak final. Pada babak Final Anisa unggul dalam set-alat dengan mata tertutup namun saat melintasi rintangan anisa kalah cepat dengan Tri, sang juara utama putri dalam kompetisi SCAPULA. (W-657 pm)


Mengungkap Keindahan Alam di Perut Bumi Indonesia Timur


Semarang – Berkegiatan di alam bebas mungkin merupakan suatu kegiatan yang menyenangkan. Meskipun, berkegiatan di alam bebas tidak melulu tentang mencari kesenangan dan jalan – jalan semata, seperti yang dilakukan oleh organisasi mahasiswa pecinta alam Universitas Diponegoro ini. Sebagai sebuah usaha dalam mewujudkan visi Universitas Diponegoro untuk menjadi universitas riset yang unggul pada tahun 2020 mendatang, WAPEALA UNDIP, sebagai organisasi pecinta alam tingkat universitas memulai proses dari misinya menjadi mapala (mahasiswa pecinta alam) yang menekankan kegiatannya pada penelitian yang hasilnya dapat dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat. Kegiatan penelitian ini dilangsungkan dalam bentuk ekspedisi.

Sebagai langkah awal, WAPEALA memulainya dengan ekspedisi Diponegoro Moluccas Expedition, sebuah ekspedisi berupa penelitian dan penelusuran goa – goa yang belum pernah dieksplorasi sebelumnya. Kegiatan ini berlangsung di wilayah Taman Nasional Manusela, Pulau Seram, Maluku Tengah. Kegiatan ekspedisi ini dilaksanakan pada tanggal 1 September – 26 September 2016, dengan tujuan awal pendataan gua – gua  yang belum terpetakan di Indonesia, pertimbangan ini mengerucut pada lokasi Taman Nasional Manusela yang memiliki kawasan karst dengan sejumlah goa yang belum pernah di eksplorasi dan memiliki potensi besar bagi wisatawan penggiat alam bebas. Mengingat Indonesia sendiri memiliki banyak tempat wisata alam yang berpotensi menjadi lokasi pariwisata kelas dunia layaknya Raja Ampat dan Bali.



WAPEALA dalam kegiatan ini bekerja sama dengan Balai Taman Nasional Manusela dalam kegiaatan pemetaan goa.  Tidak hanya pemetaan, WAPEALA juga menjalankan berbagai kegiatan lain selama di lapangan antara lain pendataan Biospel atau kehidupan goa. Pendataan dan pengamatan kehidupan sosial, ekonomi dan sosial masyarakat Desa Sawai, desa di sekitar kawasan karst Balai Taman Nasional Manusela.  Selain itu ada penelitian hidrospel, yaitu penelitian mengenai kualitas air yang terdapat didalam goa, yang terbagi menjadi tiga, baik atau dapat dikonsumsi, menengah atau dapat dimanfaatkan namun tidak disarankan untuk diminum, dan kualitas buruk atau tidak dapat  dimanfaatkan. Hasil dari pendataan ini akan dikembalikan sebagai aset data di Balai Taman Nasional Manusela dan instansi pemerintahan setempat. Hasil dari kegiatan ini dapat dimanfaatkan oleh pihak taman nasional, instansi dan masyarakat, tidak hanya dalam bidang pariwisata, namun juga dalam bidang sumber daya dan pemanfaatan lahan.

“Sasaran dari hasil kegiatan kami adalah umum, gak cuma caver atau mapala. Orang yang belum kenal tentang goa dan pariwisata  goa juga bisa paham tentang manajemen sumberdayanya baik alam, manusia dan lingkungannya” jelas Nurul Aenunnisa (21) mahasiswi jurusan Agribisnis, Fakultas Pertanian dan Peternakan Universitas Diponegoro yang menjabat sebagai Humas WAPEALA UNDIP periode 2016.
“tentunya masyarakat jadi lebih tau komponen – komponen dalam goa, apalagi perihal sumber air dan struktural lahan, karena struktural lahan dan tanah juga akan mempengaruhi aktivitas di permukaan tanah seperti pertanian, pemanfaatan lahan, apalagi pembangunan di permukaan karst yang masih perlu di evaluasi” tambahnya.
Persiapan Fisik dan Mental Yang Matang, Tidak Asal Berangkat
Kegiatan alam bebas akan sangat menguras banyak energi, ditambah lagi medan yang berat dan memiliki resiko kecelakaan yang tinggi, membuat kita yang ingin melakukan kegiatan outdoor seperti mendaki gunung, menelusuri gua, memanjat tebing, rafting dan menyelam membutuhkan tidak hanya sekedar nyali, namun fisik yang prima dan keterampilan yang mumpuni. Dibutuhkan latihan yang cukup dan menjaga kondisi tubuh agar benar – benar siap seperti yang dilakukan oleh Mahasiswa – mahasiswa UNDIP yang tergabung dalam tim Diponegoro Moluccas Expedition (DME) yang terdiri dari Heharero Tesar A, Ani Febriastati, Annisa Chairany Mutia tegas, dan Nur Anisa.

Tim DME menjalani serangkaian pendidikan latihan dan simulasi demi menambah jam terbang dan mengasah keterampilan sebelum benar – benar siap melaksanakan ekspedisi yang berdurasi hampir satu bulan.
“Kami melaksanakan seleksi dan diklat selama hampir empat bulan terhitung dari proses seleksi pada bulan Mei 2016, kami juga melaksanakan tiga kali simulasi lapangan, kami memulai simulasi soft di Grobogan, Purwodadi selama sepuluh hari, lalu simulasi Medium di areal karst Gunung Kidul, Yogyakarta dan simulasi hard di daerah Gombong, Banyumas” ujar Aan, salah satu anggota tim DME.

“Selama diklat itu kami juga menerapkan cara – cara penelusuran goa baik tipe gua vertikal maupun horizontal, salah satu teknik paling sering kami terapkan yaitu tehnik  Single Rope Technique atau SRT tehnik ini kami gunakan karena sebagian besar gua yang kami telusuri adalah gua vertikal, tehnik SRT sendiri adalah tehnik untuk menuruni gua menggunakan tali Carmantel, dengan satu set alat pengamanan pada Harness yang kami kenakan” tambahnya.
Aan dan kawan – kawan sendiri merasa bangga karena setelah melewati jadwal latihan yang cukup ketat dan disiplin itu membuat ia dan kawan – kawannya berhasil membawa nama Universitas Diponegoro dan WAPEALA untuk melaksanakan ekspedisi yang hasilnya dapat bermanfaat untuk masyarakat.
Seminar Nasional Speleotourism dan Seminar Hasil Diponegoro Moluccas Expedition sebagai Upaya Pengembangan Pengetahuan Pariwisata Goa
Kurang lebih 150 peserta  pada hari Sabtu, 15 Oktober 2015 memenuhi di Auditorium Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Diponegoro, Semarang dalam partisipasi kegiatan Seminar Nasional Speleotourism dan Seminar Hasil Diponegoro Moluccas Expedition  yang di selenggarakan oleh Mahasiswa Pecinta Alam (WAPEALA) Universitas Diponegoro. Seminar Nasional Speleotourism merupakan seminar yang bertujuan untuk menginformasikan dan Sharing Pengembangan Pengetahuan Pariwisata Goa. Dan Seminar Hasil Diponegoro Moluccas Expedition (DME) merupakan akuntabilitas atlit DME di kegitan Diponegoro Moluccas Expedition yang telah dilaksanakan pada tanggal 1 September – 26 September 2016 di Balai Taman Nasional Manusela (TNM), Pulau Seram, Maluku Tengah, cakupannya meliputi penelitian di bidang caving (goa). Dua kegiatan tersebut di menjadi kesatuan dalam kegiatan Seminar Nasional Speleotourism.
“seminar ini bertujuan untuk memaparkan hasil – hasil dari expedisi kami, karena kami menyadari bahwa keindahan goa dapat menjadi salah satu potensi wisata di Indonesia yang belum terlalu dieksplorasi dan wajib kita lestarikan” ujar Heharero Tesar sebagai salah satu atlet DME.
“selain itu hasil dari penelitian kami akan berguna bagi masyarakat, dalam hal ini adalah pemanfaatan wilayah karst, karena walaupun areal karst akan sangat dibutuhkan sebagai areal tambang semen, namun karst juga menjadi potensi wisata sekaligus area sumber air bagi masyarakat,  oleh karena itu dengan mensosialisasikan hasil penelitian kami melalui seminar ini agar yang kami harapkan masyarakat dapat memanfaatkan sumber daya karst secara efisien, tanpa harus mengeksploitasinya” tambahnya.
Muatan dalam kegiatan Seminar Nasional Speleotourim terdiri dari pemrasaran pertama perihal “Pendataan Goa - Speleology and Tourism” oleh Anggota Pusat Penelitian Biologi LIPI dan President of Indonesian Speleological Society, Dr. Cahyo Rahmadi. Pemrasaran ke-2 perihal “ Pengembangan Speleo – Tourism melalui Pendekatan Pembangunan Pariwisata Berkelanjutan” oleh Kementrian Pariwisata sekaligus Dosen di Sekolah Tinggi Pariwisata Bandung yaitu Dr. Hery Sigit Cahyadi., A.Par., M.Par. dan pemrasaran ke-3 perihal “Akuntabilitass Kegiatan Diponegoro Moluccas Expedition yang di paparkan oleh Ketua Atlit DME, Anggota WAPEALA UNDIP yaitu Heharero Tesar Ashidiq dan dipengujung acara dipersembahkan pameran foto dalam proses kegiatan Pra dan Pelaksanaan kegiatan DME yang terdiri dari kegiatan Soft Simulation di Kawasan Karst Kiskendo, Kendal., Medium Simulation Kawasan Karst Geopark Gunung Sewu, Gunung Kidul, DIY.., Hard Simulation di Kawasan Karst Gombong, Purwodadi dan Pelaksanaan kegiatan DME di Kawasan Karst Balai Taman Nasional Manusela, Pulau Seram, Maluku Tengah. (W 643 Grr)

SEMINAR NASIONAL SPELEOTOURISM, LOMBA FOTOGRAFI DAN PAMERAN FOTO KAWASAN KARST




I. LANDASAN PEMIKIRAN

Objek wisata di Indonesia telah berkembang secara luas. Objek wisata alam yang terdiri dari keindahan alam, aneka warisan sejarah budaya, kehidupan masyarakat dan keanekaragaman hayati yang ada di dalamnya dalam melestarikan jatidiri Bangsa Indonesia. Pariwisata di Indonesia yang tumbuh dan berkembang tidak lepas dari peran serta masyarakat dalam pegembangan pariwisata. Untuk meningkatkan peran kepariwisataan, sangat terkait antara barang berupa obyek wisata sendiri yang dapat dijual dengan sarana dan prasarana yang mendukungnya yang terkait dalam industri pariwisata. Pariwisata alam saat ini menjadi daya tarik masyarakat dalam memenuhi tingkat kepuasan baru. Pariwisata alam sangatlah beraneka ragam salah satunya adalah wisata goa. Goa merupakan sebuah lorong bumi yang dapat di masuki oleh manusia. Hasil dari terbentuknya goa dinilai sangat estetik, disamping itu masih sedikitnya yang belum memahami tentang komponen-komponen yang mengarah ke potensi wisata sehingga diperlukannya pelatihan-pelaihan khusus dalam bidang goa (Speleologi) dan bidang analisis ekologi pariwisata (Ecotourism). Dalam penunjang dalam pariwisara maka diperlukan publikasi dalam pertumbuhan dan perkembangan pariwisata melalui pameran-pameran foto kawasan kars dan pariwisata.

II. NAMA KEGIATAN


Berkaitan dengan hal tersebut dalam tindak lanjutnya kami berencana untuk mengadangan seminar perihal speleologi dan analisis ekologi pariwisata khususnya dibidang speleologi, pameran foto kawasan karst dan lomba fotografi. Kegiatan ini benama “SEMINAR NASIONAL SPELEOTOURISM DAN PAMERAN FOTO KAWASAN KARST”.


III. TEMA KEGIATAN

Seminar
“Peran Speleologi dalam Pemanfaatan Sumber Daya Alam untuk Pengembangan Pariwisata Indonesia”

Pameran Kawasan Karst dan Lomba Fotografi
"Melalui kegiatan pameran seni rupa, kita tingkatkan kemampuan apresiasi dan kreativitas siswa di bidang seni, khususnya seni rupa fotografi yang bertemakan ”Pariwisata Alam”



IV. TUJUAN


Seminar
 1. Membahas peran speleologi dan analisa pariwisata dalam pemanfaatan sumber daya alam Indonesia untuk Speleotourism.
 2. Meningkatkan sumberdaya manusia tentang ilmu speleologi dan hubungannya dengan peran penting manusia dalam menjaga kelestariannya.
3.Mempublikasikan hasil kegiatan Diponegoro Moluccas Expedition dalam Eksplorasi Speleologi di Balai Taman Nasional Manusela, Maluku Tengah.
4. Meningkatkan pertumbuhan pariwisata Indonesia melalui pameran dan lomba fotografi


Pameran dan Lomba Fotografi
1. Ajang prestasi siswa di bidang seni, khusunya seni rupa fotografi
2. Menanamkan kecintaan terhadap seni dan alam
3. Meningkatkan pengetahuan dan wawasan di bidang seni rupa fotografi.
4. Meningkatkan kemampuan untuk mengapresiasi karya seni rupa.
5. Membangkitkan motivasi dan meningkatkan percaya diri dalam berkarya atau menciptakan sesuatu.
6. Meningkatkan kreativitas dalam diri mahasiswa/i


V. MANFAAT

Seminar
 1. Peserta seminar dapat memahami peran speleologi dan analisis pariwisata dalam pemanfaatan sumber daya alam Indonesia untuk Speleoturisme.
· 2. Meningkatnya pengetahuan peserta tentang ilmu speleologi dan hubungannya dengan peran penting manusia dalam menjaga kelestariannya
· 3. Peserta dapat meningkatkan pemahaman dari hasil kegiatan Diponegoro Mollucas Expedition dalam Eksplorasi Spelelogy di Balai Taman Nasional Manusela, Maluku Tengah
4. Meningkatkan Pengetahuan Pariwisata Indonesia melalui pameran dan lomba fotografi


Pameran dan Fotografi
1. Meningkatnya prestasi siswa di bidang seni, khusunya seni rupa fotografi.
2. Tertanam kecintaan terhadap seni dan alam
3. Meningkatnya pengetahuan dan wawasan di bidang seni rupa fotografi.
4. Meningkatnya kemampuan untuk mengapresiasi karya seni rupa.
5. Membangkitnya motivasi dan meningkatkan percaya diri dalam berkarya atau menciptakan sesuatu.
6. Meningkatnya kreativitas dalam diri mahasiswa/i

VI. KEGIATAN

Nama kegiatan : Seminar Nasional Speleotourism, Fotografi dan Pameran Kawasan Karst
Hari / tanggal : Sabtu / 15 Oktober 2016
Pukul : 07.00 - Selesai
Tempat :  Auditorium FISIP, Universitas Diponegoro, Jl. Prof H. Soedarto, SH, Tambalang, Semarang

VII. BENTUK KEGIATAN

SEMINAR
A. Sasaran Kegitan Seminar

        " Bersifat Umum"

B. Pemateri Kegiatan Seminar
Moderator : M. Syahrul Romadhon Kamil, S.T.
                    (Penelusur Gua, Geologist)

Pemateri I: Dr. Cahyo Rahmadi
                   (Presiden Masyarakat Speleologi Indonesia, pakar biologi gua LIPI)
“Pengantar Ilmu Speleologi dan Hubungan Peran Manusia terhadap Speleologi”

Pemateri II:Dr. Hery Sigit Cahyadi, A.Par., MM.Par.
                   (Pakar Speleologi, Kementrian Pariwisata dan Dosen Sekolah Tinggi Ilmu Pariwisata Bandung)
“Analisis dan Pengembangan Potensi Ekologi Wisata Indonesia Khususnya dalam bidang Speleologi”

C. Ketentuan Pendaftaran
.1. Pendaftaran dilakukan pada tanggal 20 Setember - 13 Oktober 2016
.2. Pendaftaran dilakukan dengan melalui
a. SMS
- Aenun : 0811 2994 422
- Fani : 0856 5917 7542
- Maul : 0857 1778 0140
b. Line
- @aenunnisa
- @prafani
dengan format : Nama _ Seminar _ Jurusan / Universitas*( _ No HP
*( jika sedang tidak di perguruan tinggi maka bisa dicantumkan instansi atau nama sekolah yang berlaku.
.3. Pembayaran dikenakan biaya sebesar:
 - presale : Rp. 22.000,-
 - OTS : Rp. 30.000,-
Pembayaran dilakukan:
a. Secara Transfer ATM , melalui Bank Mandiri an. Nurul Aenunnisa ( 132 - 00 - 1316226 - 6 )
Konfirmasi pembayaran maksimal 1 x 24 jam setelah pembayaran ke CP di atas.
b. Secara tunai , dilakukan di kesekertariatan WAPEALA UNDIP di Gedung UCC Lt.2
Jl. Prof. Sordaeto, S.H., Tembalang, Semarang

D. Fasilitas
1. Sertifikat
2. Snack
3. Modul


LOMBA FOTOGRAFI
A. Sasaran Kegiatan
    Lomba fotografi untuk umum

B. Ketentuan Umum Lomba Fotografi
.1.. Periode Lomba 20 September - 13 Oktober 2016
.2. Pendaftaran dilakukan dengan melalui
a. SMS
- Aenun : 0815 760 7022
- Fani : 0856 5917 7542
- Maul : 0857 1778 0140
b. Line
- @aenunnisa
- @prafani
dengan format : Nama _ Seminar _ Jurusan / Universitas*( _ No HP
*( jika sedang tidak di perguruan tinggi maka bisa dicantumkan instansi atau nama sekolah yang berlaku.
.3.pendaftaran dikenakan biaya sebesar Rp. 40.000 ,-
Pembayaran dilakukan:
a. Secara Transfer ATM , melalui Bank Mandiri an. Nurul Aenunnisa ( 132 - 00 - 1316226 - 6 )
Konfirmasi pembayaran maksimal 1 x 24 jam setelah pembayaran ke CP di atas.
b. Secara tunai , dilakukan di kesekertariatan WAPEALA UNDIP di Gedung UCC Lt.2
Jl. Prof. Sordaeto, S.H., Tembalang, Semarang
4. Setiap peserta dapat mengirimkan 3 karya foto
5. Hak cipta tetap pada pemilik foto, namun panitia berhak menggunakan untuk keperluan perlombaan dan Seminar Nasional
6. Masing - masing peserta hanya berhak atas 1 ( satu) predikat juara
7. Keputusan juri tidak dapat diganggu gugat
8. Pemenang akan diumumkan pada “ Seminar Nasional Speleotourism” pada 15 Oktober 2016 di Auditorium Wapeala

C. Ketentuan Foto
1. Hasil karya sendiri dengan menggunakan kamera apapun ( DSLR, Mirrorless, Pocket, Prosummer, atau Ponsel)
2. Foto sesuai dengan tema
3. Foto yang dilombakan adalah hasil karya tahun 2015 - 2016
4. Foto belum pernah menjuarai lomba sejenis
5. Olah data foto dibatasi contrast, brightness, hue/saturation, level, dan crop
6. Foto tanpa watermark
7. Foto dikirim melalui email wapeala@gmail.com dengan ketentuan :
a. Subject email : Lomba Foto Pariwisata
b. Format JPG/JPEG dengan sisi panjang minimal 2000 pixel
c. Format nama Foto : “NAMA PESERTA_LOKASI PENGAMBILAN”
d. Melampirkan scan Bukti Pembayaran dan Kartu Identitas


D. Hadiah

Juara 1 Rp. 750.000,00
Juara 2 Rp. 600.000,00
Juara 3 Rp. 500.000,00



VIII. PENUTUP

Demikian gambaran umum kegiatan ini,Jangan menanti-nanti pendaftaran di hari esok karena jika lupa sangat disayang melewatkan moment ini!!



Support by: 
1. ALB WAPEALA
2. Indonesian Speleological Society
3. PAGAR ALAM FISIP UNDIP


Sponsor By:
1. Thetrekkers
2. Edelweiss
3. Stalactit
4. Lumpia Penyesalan

[TEASER] OPEN RECRUITMENT WAPEALA LAPIS XXXIII 2016



Video Teaser Pengenalan 5 Divisi Wapeala UNDIP
Subscribe to our Youtube Channel : Wapeala UNDIP

[OPEN RECRUITMENT] WAPEALA LAPIS XXXIII 2016


WAPEALA ada buat kamu yang suka kegiatan alam dan mengaku mencintai alam, tidak hanya asal bermain di alam bebas tapi kamu juga akan belajar prosedur keamanannya. Ayo daftarkan dirimu !!!
WAPEALA memiliki 5 divisi kepetualangan, yaitu :
1. Gunung Hutan (Mountaineering)
2. Panjat Tebing (Rock Climbing)
3. Susur Gua (Caving)
4. Arung Jeram (Rafting)
5. Menyelam (Diving)
Berminat ??
Pendaftaran dibuka pada 1 September - 1 Oktober 2016. Formulir dapat diambil di Sekretariat WAPEALA di UCC lt.2 Tembalang atau download di sini. informasi lebih lanjut bisa datang ke sekretariat WAPEALA di UCC lt.2 atau bisa menghubungi contact person :
085640403772 (Galuh)
085740101080 (Rima)
Line ID : @hestagaluh & @prafani